Rabu, 08 Mei 2013

Sejarah Pulau Bali (bagian 1)

Pada zaman dahulu,Kerajaan terbesar di bali adalah Kerajaan Pejeng (sekitar abad 14). Pusat wilayah kerajaan tersebut berada di kota Ubud sekarang. Namun kerajaan ini berhasil ditaklukkan oleh kerajaan Majapahit pada tahun 1343. Saat itu Kerajaan Pejeng dipimpin oleh Raja Dalem Bedaulu. Karena penyerbuan tersebut, Ibu Kota kerajaan Pejeng dipindahkan ke Gelgel. di dekat Semarapura atau lebih dikenal dengan "Klungkung". Gelgel menjadi ibu kota kerajaan selama dua abad yang dipimpin Raja Dewa Agung.

Ketika Kerajaan Majapahit mulai runtuh, dan agama Islam menyebar di Jawa, Dinasti Gelgel di Bali yang dipimpin Raja dalem Batur Enggong berhasil memperluas daerah kekuasannya hingga ke Lombok bahkan sampai Jawa Timur. Bersamaan dengan runtuhnya Majapahit, kelompok intelektual asal majapahit juga turut npindah ke Bali. termasuk para seniman. Perpindahan penduduk secara besar-besaran ini terjadi pada tahun 1478.


Pada tahun 1710, ibu kota Kerajaan Gelgel dipindahkan ke dekat Klungkung dan pada masa itu beberapa pemberontakan muncul. Kondisi yang kacau balau ini kemudian digunakan oleh Belanda untuk memasuki Bali menggunakan politik pecah belah (devide et impera).
Pada tahun 1894 terjadi pemberontakan oleh orang-orang Sasak dan berhasil menghancurkan kekuatan Bali di Lombok melawan kekuasaan kerajaan Gelgel di Bali. Saat itu, Belanda memihak memihak pihak orang sasak. Teknik adu domba ini pun berhasil. Belanda bahkan berhasil merebut wilayah utara Bali.

Perang Puputan
Pada tahun 1906, kapal-kapal perang Belanda muncul di perairan Sanur dan selanjutnya mendaratkan pasukannya hingga mendekati Denpasar. Belanda selanjutnya membom Denpasar. Tiga orang Pangeran Badung di Bali selatan menyadari kalau mereka kalah dari segi perlengkapan dari belanda yang menggunakan senjata-senjata canggih. namun mereka pantang menyerah dan memilih mati melawan Belanda.
Perang itu disebut dengan perang Puputan artinya perang sampai penghabisan, tidak kurang dari 4000 orang tewas dalam perang puputan ini.

Pasukan Belanda kemudian bergerak menuju Tabanan, namun raja Tabanan memilih bunuh diri daripada menyerah dan dibuang.
kerajaan karangasem dan Gianyar menyerah dan mengakui kekuasaan Belanda yang kemudian memperbolehkan kedua kerajaan ini untuk terus hidup, sedangkan kerajaan lainnya dihancurkan dan rajanya diasingkan. sejak Saat itu, Belanda telah berhasil menguasai seluruh bali.

1 komentar:

  1. Sebagai tambahan sejarah Bali, baca artikel ini http://www.balisaja.com/2013/08/asal-mula-nama-bali.html

    BalasHapus