Kamis, 04 April 2013

Sejarah Kerajaan Banten

Berdirinya Kerajaan Benten
Menurut catatan sejarah, banyak yang menganggap Raja Hasanuddin adalah pendiri kerajaan Banten. Hasanuddin adalah putra dari fatahillah atau Sunan Gunung Jati, utusan Raja Demak, yang berhasil menyebarkan agama Islam di kawasan Banten. Hasanuddin kawin dengan seorang putri Demak, putri dari Sultan Trenggana, pada 1552 M.

Dari perkawinan itu, lahirlah 2 orang putra yaitu Maulana Yusuf dan Pangeran Jepara, dinamakan Pangeran Jepara karena beliau menjadi menantu penguasa Jepara Ratu Kali Nyamat.

Ekspansi Banten di bawah pimpinan Hasanuddin, juga dikenal dalam tradisi rakyat sebagai Pangeran Saba Kingking, yang telah berhasil mencapai Lampung sebuah daerah penghasil Lada yg penting pada masa itu.
Sepeninggal Hasanuddin, sekitar tahun 1570. beliau digantikan oleh Maulana Yusuf yang meneruskan politik ekspansinya dan yang menjadi sasarannya adalah Kerajaan Pakuan Pajajaran. Meskipun tradisi rakyat menyebutkan bahwa Hasanuddin adalah penakluknya, namun sejarah mengatakan bahwa Maulana Yusuflah yang menaklukkannya. Konon, menurut cerita rakyat yang beredar, Raja Pajajaran beserta keluarga tiba-tiba menghilang ketika kraton jatuh ke pasukan Banten.


Tahtah Kerajaan Banten menjadi perebutan semasa meninggalnya Maulana Yusus pada 1580. putr beliau Maulana Mohammad belum dewasa sehingga Pangeran Jepara merasa berhak untuk menaiki tahta. Dengan angkatan Lautnya pangeran Jepara menyerang Banten namun mereka berhasil dikalahkan. Karena Maulana Mohammad mendapat dukungan penuh dari para pemimpin agama.

Semasa Maulana Mohammad, Banten tetap mengarahkan ekspansinya. kali ini adalah ke Palembang. antara lain atas dorongan seorang pelarian dari Demak, yaitu Pangeran mas. Ekspedisi itu akhirnya mengalami kegagalan. Bahkan Maulana Mohammad pun gugur dalam ekspedisi itu.

Terbentuknya Provinsi Banten.
Pada bulan Oktober tahun 2000, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan suatu Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai Banten yang menandai pembentukan Provinsi Jawa Barat yang selama ini menjadi induk bagi Daerah Banten.

Ibu kota
Walaupun bernama sama, Kota Banten bukanlah ibukota dari provinsi Banten. Kota yang menjadi ibu kota Provinsi Banten adalah Serang

4 komentar:

  1. terima kasih atas postingannya,mohon izin copyannya

    BalasHapus
  2. Untuk apa Pangeran Jepara (Pangeran Hadiri) melakukan penyerbuhan? bukankah dia sudah memiliki Jepara yg di berikan oleh sultan trenggono (penguasa demak) krn dia adl suami Retno Kencono (Ratu Kalinyamat) #Retno Kencono adl putri dari sultan trenggono.
    sebelum akhirnya pda th 1549 Pangeran Jepara wafat dibunuh oleh Arya penangsang. sehingga jepara di pimpin oleh Retno kencono dg gelar Nimas Ratu Kalinyamat
    dan pada pemerintahan Ratu Kalinyamat jepara jga sedang fokus pda pengusiran portugis di malaka.
    lalu di sebutkan tahta k.banten di rebutkan stelah maulana yusuf meninggal (1580). di sumber lain d sebutkan kalo Ratu Kalinyamat wafat pada tahun 1579. dan Pangeran Jepara (suami R.Kalinyamat / pangeran hadiri) itu wafat sebelum Ratu Kalinyamat.

    BalasHapus
  3. Perasaan itu artikelnya trllu singkt,dan bnyk pula sejrh tntgbntn yg tdk tercntum,buknya bnten trbntuk tahun 1998,trbntuk mnjd provinsi

    BalasHapus
  4. Perasaan itu artikelnya trllu singkt,dan bnyk pula sejrh tntgbntn yg tdk tercntum,buknya bnten trbntuk tahun 1998,trbntuk mnjd provinsi

    BalasHapus