Sabtu, 02 Maret 2013

Legenda Asal usul Pasuruan

Pasuruan merupakan salah satu wilayah yang berada di Jawa Timur. di sana terkenal dengan banyak pondok. di pasuruan juga lah ada mata air yang bernama "mata air UMBULAN". Kali ini saya akan memberikan cerita singkat tentang asal usul nama Pasuruan itu. Mungkin anda sudah pernah membacanya di buku sejarah?.

Pada Zaman dahulu kala, ada sebuah kerajaan yang besar di Jawa Timur. Kerajaan Tersebut bernama "Mataram". Saat itu, yang menjadi Rajanya adalah Mpu Sindok yang bergelar Sri Isana Tungga.

Mpu Sindok merupakan Raja yang adil dan Bijaksana, Sehingga pada pemerintahannya, kerajaan mataram bisa hidup dengan makmur. Suatu hari ada utusan dari majapahit yang menghadap Mpu Sindok mengabarkan bahwa Raja Majapahit, Hayam Wuruk akan singgah ke kerajaan mataram.

Raja Hayam Wuruk melakukan perjalanan dalam rangka mencari seorang pertapa sakti bernama Kuti Darbaru di desa Padameyan. Sebuah desa di sebelah utara Kepulungan. Saat itu, kerajaan majapahit sedang ada wabah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, sudah bermacam cara digunakan namun belum berhasil mengusir wabah tersebut. Konon, Hanya Pertapa Kuti Darbaru saja yang bisa menyembuhkannya. Raja Hayam Wuruk mendapatkan wangsit tersebut melalui mimpinya.

Setelah mendapat kabar bahwa kerajaan Mataram akan didatangi seorang raja Majapahit. Mpu sindok pun segera melakukan beberapa persiapan untuk menyambut beliau. (Mungkin kalau sekarang mirip dengan Indonesia jika ada kunjungan dari Negara lain ya..) Diantaranya adalah, memerintahkan pembangunan candi. Dengan susah payah, candi tersebut pun akhirnya berhasil dibangun. Pembuatan candi tersebut terkendala, karena ada upaya sabotase dari arya penangsang. Arya Penangsang sakit hati lantaran pernah dihukum oleh Mpu Sindok.

Singkat Cerita, Raja Hayam Wuruk Pun sampai di Kerajaan Mpu Sindok, Beliau di jamu dengan sangat baik oleh sang Raja Mataram. Salah satu yang jamuannya adalah Sirih / Suruh. Lengkap dengan puan emas, gambir, kapur, dan pinang. Saat Mengunyah suruh tersebut (nyuruh) , sang raja hayam Wuruk berulang kali mengucapkan "Pasuruhan". Yang berarti Mataram tempatnya Suruh. Akhirnya, tempat yang digunakan oleh Mpu Sindok Untuk menyambut Raja Hayam Wuruk Itu diberi nama Pasuruhan.

Lama-kelamaan, karena lebih mudah diucapkan, Nama Pasuruhan berubah menjadi Pasuruan.


Kisah ini ada beberapa orang yang mengatakan hanya Legenda, karena memang sulit untuk menelusuri cerita yang hanya disampaikan melalui lisan. Namun ada pula yang menganggap cerita diatas adalah Sejarah Pasuruan yang asli..

1 komentar:

  1. tokoh-tokohnya terlalu jauh masa hidupnya, seperti mpu sindok itu sebelum singosari dan hayamwuruk pertengahan masa majapahit,jadi tidak mungkin untuk bertemu

    BalasHapus