Jumat, 02 November 2012

Asal muasal nama Kebumen.

Pembaca pasti tahu, atau pernah dengar tentang nama kota kebumen. Namun sedikit sekali yang mengetahui dari manakah nama kebumen itu didapat?
Goa Jatijajar

     Menurut cerita para tetua, kebumen merupakan kata yang bermula dari "kabumian", merupakan tempat dimana "Kyai Bumi" tinggal setelah menjadi pelarian. Kiyai Bumi yang bernama asli Bumidirja atau lebih dikeal dengan Pangeran Mangkubumi. Dijadikan pelarian disaat SUnan Amangkurat I berkuasa. Pada tahun sebelum itu, di daerah ini juga sudah terkenal se-nasional pada saat penyerbuan prajurit Mataram di zaman Sultan Agung ke benteng pertahanan Belanda di Batavia.  Di saat itu Kebumen bernama Panjer.

Bagus Bodronolo merupakan cicit dari Pangeran Senopati, beliau dilahirkan di desa Karanglo, Panjer/Kebumen. Berdasar permintaan Ki Suwarno, beliau berhasil mengumpulkan bahan pangan dari rakyat Panjer dengan cara membelinya. Keberhasilan ini menyebabkan Sultan Agung memberikan penghargaan kepada Ki Suwarno. Ki Suwarno pun kemudian diberi jabatan Bupati Panjer, sedangkan Bagus Bodronolo menjadi salah satu prajurit pengawal pangan ke Batavia.

Pada tanggal 1 Januari 2003, predikat lumbung pangan andalan di Jawa Tengah selatan memang belum lepas dari daerah kebumen, meskipun pernah terganggu dengan parahnya bencana banjir pada tahun 2000 dan 2001 lalu. Paling tidak, kelebihan stok padi 100 sampai 150 ribu ton setahunnya, mampu menjadikannya salah satu penopang stok pangan di Kedu dan Banyumas.

Salah satu wisata andalannya adalah Goa Jatijajar
Goa Jatijajar berada di kaki pegunungan kapur. Objek wisata ini sungguh sangat menarik. Pegunungan kapur ini memanjang dari utara dan ujungnya di selatan menjorok ke laut berupa sebuah tanjung.


Sejarah Goa Jatijajar  
Dibentuk alam selama ribuan tahun, muncullah sebuah karya nan indah yang menawarkan nuansa lain. Tempat berpetualang di perut bumi, namun santai dan menyenangkan yang terletak 21 kilometer ke arah selatan Gombong, atau 42 kilometer arah barat Kebumen. Kata orang, Gua Jatjajar ini pada zaman dahulu merupakan tempat bersemedi Raden Kamandaka, yang kemudian mendapat wangsit. Cerita Raden Kamandaka ini kemudian dikenal dengan legenda Lutung Kasarung. Visualisasi dari legenda tersebut bias pembaca lihat dalam diorama yang ada di dalam goa itu.
        Obyek wisata Goa Jatijajar dilengkapi taman yang asri yang dilengkapi dengan taman bermain. Taman ini diberi nama Pulau Kera, karena di taman ini terdapat banyak patung kera. Di gerbang mulut Goa Jatijajar, terdapat lobang di antara stalagnit, sehingga bila cahaya matahari masuk terlihat sangat indah. Goa Jatijajar merupakan bukti dari legenda Kamandaka (Lutung Kasarung), di mana kisah ini secara tersirat dikisahkan melalui patung-patung yang ada di dalam Goa Jatijajar. Di dalam Goa Jatijajar terdapat sebuah mata air (sendang) yang konon kabarnya akan membuat awet muda bagi yang mencuci muka di sana.

    Terletak 21 Km sebelah barat daya Kecamatan Gombong, atau 42 Km sebelah barat daya kota Kebumen. Legenda di dalam goa menggambarkan legenda Raden Kamandaka atau legenda Lutung Kasarung. Panjang goa adalah 250 meter. Di area Goa Jatijajar ini juga terdapat beberapa goa lainnya, seperti Goa Intan dan Goa Dempok serta tersedia taman dan Pulau Kera. Untuk menuju ke obyek wisata ini telah tersedia sarana dan prasara transportasi, penginapan serta rumah makan yang relatif representatif. Patung Dinosaurus yang seolah memuntahkan air dalam lokasi wisata ini sebenarnya merupakan muara dari mata air dari dalam Goa Jatijajar yang tiada pernah berhenti walau musim kemarau sekalipun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar